Fitri Learning

BelajarSejarah SMA Kelas 12Bab 3

Latar Belakang Lahirnya Pemerintahan Orde Baru

Sejarah SMA Kelas 12 · Bab 3: Menggali Dinamika Indonesia di Era Orde Baru

Pertengahan 1960-an, Indonesia berada di ambang krisis besar di bawah pemerintahan Soekarno — mulai dari konflik politik hingga keruntuhan ekonomi, yang makin tak terkendali pasca Peristiwa G30S/PKI yang menewaskan enam jenderal Angkatan Darat dan mengguncang stabilitas nasional. Di tengah gejolak ini lahirlah Orde Baru di bawah Mayor Jenderal Soeharto.

Tri Tuntutan Rakyat (Tritura)

Pada awal 1966, mahasiswa dan pemuda dari KAMI dan KAPPI melakukan aksi protes besar-besaran di tengah inflasi yang mencapai lebih dari 600%. Pada 12 Januari 1966 mereka mengajukan Tritura: pembubaran PKI dan organisasi massanya, pembersihan kabinet dari unsur G30S, dan penurunan harga barang kebutuhan pokok. Aksi ini didukung KAMI, Front Pancasila, dan sejumlah tokoh militer termasuk Mayjen Soeharto.

Gambar: Aksi Tritura 1966 – mediaindonesia.com

Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar)

Pada 11 Maret 1966, di tengah situasi yang dianggap mengancam keamanan istana, Presiden Soekarno menandatangani Supersemar yang memberi mandat kepada Soeharto untuk "mengambil segala tindakan yang dianggap perlu" memulihkan keamanan. Dua hari kemudian, lewat Surat Keputusan Presiden No. 1/3/1966, Soeharto membubarkan PKI (12 Maret 1966) dan membersihkan pemerintahan dari unsur pro-komunis, sehingga secara de facto mengendalikan pemerintahan meski Soekarno masih menjabat presiden.

Fakta Unik di Balik Sejarah

Dualisme Kekuasaan: antara 1966 dan 1967, Soekarno masih menjabat presiden secara resmi, tetapi kendali pemerintahan sepenuhnya berada di tangan Soeharto — ketegangan yang akhirnya berakhir dengan pencabutan mandat Soekarno oleh MPRS.

Dualisme Kepemimpinan dan Akhir Pemerintahan Soekarno

Ketegangan dualisme kepemimpinan memuncak ketika Sidang Umum MPRS Maret 1967 mencabut mandat Soekarno berdasarkan laporan Nawaksara yang dianggap tidak memuaskan terkait perannya dalam G30S/PKI. Pada 12 Maret 1967, Soekarno resmi dilengserkan dan Soeharto ditunjuk sebagai Pejabat Presiden, mengakhiri Orde Lama dan mengawali Orde Baru.

Contoh soal

Soal. Bagaimana dampak jangka panjang dualisme kepemimpinan Soekarno-Soeharto (1966–1967) terhadap stabilitas politik Indonesia?

Jawaban. Ketegangan politik memuncak karena Soekarno kehilangan dukungan, terutama dari militer yang kini di bawah kendali Soeharto. Sidang Umum MPRS 1967 akhirnya mencabut mandat Soekarno dan mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden, mengawali era Orde Baru yang menjanjikan stabilitas politik dan pembangunan ekonomi namun berujung pada dominasi militer dan pemerintahan yang lebih otoriter.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →