Perubahan dari Demokrasi Liberal (1950–1959) ke Demokrasi Terpimpin lewat Dekrit Presiden 5 Juli 1959 membawa perbedaan mendasar dalam hal kedaulatan rakyat, pembagian kekuasaan, dan pengambilan keputusan.
Masalah Kedaulatan Rakyat
- Demokrasi Liberal: kedaulatan diwakili DPR yang dipilih melalui pemilu dan memiliki kontrol terhadap pemerintahan.
- Demokrasi Terpimpin: kedaulatan rakyat dijalankan MPRS yang anggotanya diangkat presiden, ditambah DPR-GR (1960) yang juga ditunjuk presiden dan hanya berfungsi sebagai pelaksana kebijakan.
Masalah Pembagian Kekuasaan
Pada Demokrasi Liberal, kabinet (eksekutif) bertanggung jawab kepada DPR dan dapat jatuh bila kehilangan dukungan parlemen — mencerminkan sistem check and balance yang kuat. Pada Demokrasi Terpimpin, kekuasaan legislatif dilemahkan sementara kekuasaan eksekutif presiden diperkuat; pada 1963 MPRS bahkan menetapkan Soekarno sebagai presiden seumur hidup, menghilangkan mekanisme demokratis seperti pemilu atau pengawasan parlemen.
Masalah Pengambilan Keputusan
Demokrasi Liberal mengambil keputusan lewat musyawarah dan pemungutan suara di DPR dengan perdebatan terbuka antarpartai. Demokrasi Terpimpin mengambil keputusan lewat MPRS dan DPR-GR dengan prinsip suara bulat, menghapus perdebatan terbuka dan mengikuti arahan presiden.
Soal. Bagaimana mekanisme pengambilan keputusan pada Demokrasi Liberal dibandingkan Demokrasi Terpimpin?
Jawaban. Pada Demokrasi Liberal, keputusan diambil melalui musyawarah di DPR dengan perdebatan terbuka antarpartai. Pada Demokrasi Terpimpin, keputusan diambil dengan prinsip suara bulat oleh MPRS dan DPR-GR, mengikuti arahan presiden tanpa perdebatan terbuka.
Kegiatan Kelompok 1: Debat Demokrasi Liberal vs Terpimpin
Tujuan. Memahami perbedaan Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin, menganalisis kelebihan-kekurangannya, serta melatih berpikir kritis dan argumentatif.
- Bentuk dua kelompok besar: pendukung Demokrasi Liberal dan pendukung Demokrasi Terpimpin.
- Siapkan argumen terkait sistem pemerintahan, stabilitas politik, dampak sosial-ekonomi, dan posisi Indonesia di dunia internasional, lalu lakukan debat mini dan simpulkan kelebihan-kekurangan masing-masing era.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp