Fitri Learning

LatihanMatematika SMA Kelas 10

Bab 7: Pencacahan dan Peluang

Matematika SMA Kelas 10 · 25 soal · bagian 1 dari 2

  1. Soal

    Aturan perkalian menyatakan bahwa jika peristiwa pertama dapat terjadi dengan r cara berbeda dan peristiwa kedua dapat terjadi dengan s cara berbeda, maka kedua peristiwa tersebut dapat terjadi secara bersama-sama dengan ... cara.

    Lihat pembahasan

    Berdasarkan aturan perkalian, apabila peristiwa pertama dilakukan dengan r cara berbeda dan masing-masing cara tersebut dilanjutkan dengan peristiwa kedua yang dilakukan dengan s cara berbeda, maka kedua peristiwa tersebut dapat dilakukan secara bersama-sama dengan r × s cara.

  2. Soal

    Suatu kelas akan membentuk pengurus yang terdiri dari 1 ketua dan 1 wakil ketua. Jika terdapat 6 siswa laki-laki dan 4 siswa perempuan, dan ketua harus laki-laki sedangkan wakil ketua harus perempuan, banyak cara membentuk pengurus tersebut adalah ....

    Lihat pembahasan

    Ada 6 cara memilih ketua (laki-laki) dan 4 cara memilih wakil ketua (perempuan). Dengan aturan perkalian: 6 × 4 = 24. Jadi, banyak cara membentuk pengurus adalah 24.

  3. Soal

    Sebuah kode akses terdiri dari 3 digit yang disusun dari angka 1, 2, 3, 4, dan 5, dengan angka boleh berulang. Banyak kode akses yang dapat dibentuk adalah ....

    Lihat pembahasan

    Setiap digit dapat diisi dengan 5 kemungkinan angka (karena boleh berulang), sehingga banyak kode yang terbentuk: 5 × 5 × 5 = 125.

  4. Soal

    Aturan penjumlahan digunakan untuk menghitung banyak cara suatu peristiwa jika peristiwa-peristiwa tersebut bersifat ....

    Lihat pembahasan

    Aturan penjumlahan berlaku pada peristiwa yang saling lepas, yaitu peristiwa yang tidak bisa terjadi bersamaan, sehingga total cara dihitung dengan menjumlahkan banyak cara dari tiap peristiwa.

  5. Soal

    Sebuah sekolah akan mengirim 1 orang perwakilan untuk lomba debat. Dari seleksi akhir, terpilih 5 siswa kelas A dan 6 siswa kelas B (hanya satu siswa dari salah satu kelas yang akan dikirim). Banyak cara sekolah memilih perwakilannya adalah ....

    Lihat pembahasan

    Karena perwakilan hanya berasal dari salah satu kelas (peristiwa saling lepas), maka digunakan aturan penjumlahan: 5 + 6 = 11 cara.

  6. Soal

    Pada percobaan pelemparan dua keping uang logam secara bersamaan, banyak anggota ruang sampelnya adalah ....

    Lihat pembahasan

    Ruang sampel pelemparan dua uang logam: S = {AA, AG, GA, GG}, sehingga n(S) = 4.

  7. Soal

    Rumus peluang klasik suatu kejadian dinyatakan sebagai P(A) = k/n. Berdasarkan rumus tersebut, yang dimaksud dengan k dan n adalah ....

    Lihat pembahasan

    Apabila suatu percobaan menghasilkan n titik contoh yang masing-masing berpeluang sama, dan kejadian A terjadi dengan tepat k cara (k merupakan anggota titik contoh), maka P(A) = k/n untuk k ≤ n.

  8. Soal

    Dua huruf dipilih secara acak dari kata "PELUANG". Peluang bahwa salah satu huruf yang terpilih adalah huruf P adalah ....

    Lihat pembahasan

    Kata "PELUANG" memiliki 7 huruf berbeda (P, E, L, U, A, N, G). Banyak cara memilih 2 huruf dari 7 huruf: n(S) = (7 × 6)/2 = 21. Kejadian E = {salah satu huruf yang terpilih adalah P}, artinya P dipasangkan dengan salah satu dari 6 huruf lainnya, sehingga n(E) = 6. P(E) = 6/21 = 2/7.

  9. Soal

    Jika P(A) menyatakan peluang suatu kejadian A, maka nilai P(A) selalu berada pada kisaran ....

    Lihat pembahasan

    Peluang suatu kepastian bernilai P(S) = 1 dan peluang suatu kemustahilan bernilai P(∅) = 0. Dengan demikian, nilai peluang suatu kejadian selalu berada pada kisaran 0 sampai 1.

  10. Soal

    Satu huruf diambil secara acak dari kata "STATISTIKA". Peluang terambilnya huruf yang BUKAN huruf T adalah ....

    Lihat pembahasan

    Kata "STATISTIKA" terdiri dari 10 huruf, dengan huruf T muncul sebanyak 3 kali, sehingga P(T) = 3/10. Peluang bukan T merupakan komplemen dari peluang T: P(T′) = 1 − P(T) = 1 − 3/10 = 7/10.

  11. Soal

    Jika A′ menyatakan komplemen dari kejadian A pada ruang sampel S, maka hubungan antara P(A) dan P(A′) dinyatakan dengan ....

    Lihat pembahasan

    Kejadian bukan A dari himpunan S disebut komplemen dari A, dengan rumus: P(A′) = 1 − P(A).

  12. Soal

    Sebuah dadu dilempar sebanyak 60 kali. Frekuensi harapan munculnya mata dadu bernomor genap adalah ....

    Lihat pembahasan

    Mata dadu genap adalah {2, 4, 6}, sehingga P(genap) = 3/6 = 1/2. Frekuensi harapan: F(E) = P(E) × n = 1/2 × 60 = 30 kali.

  13. Soal

    Sebuah dadu dilempar sekali. Peluang munculnya mata dadu 2 atau 5 adalah ....

    Lihat pembahasan

    Kejadian muncul mata dadu 2 dan muncul mata dadu 5 bersifat saling lepas (tidak dapat terjadi bersamaan dalam satu lemparan), sehingga: P(2 ∪ 5) = P(2) + P(5) = 1/6 + 1/6 = 2/6 = 1/3.

  14. Soal

    Dua kejadian A dan B dikatakan saling lepas apabila ....

    Lihat pembahasan

    Dua kejadian dikatakan saling lepas (mutually exclusive) jika tidak dapat terjadi secara bersamaan, sehingga P(A ∩ B) = P(∅) = 0.

  15. Soal

    Sebuah kotak berisi 5 bola merah dan 3 bola putih. Diambil 2 bola satu per satu dengan pengembalian. Peluang terambil bola merah pada pengambilan pertama dan bola putih pada pengambilan kedua adalah ....

    Lihat pembahasan

    Karena bola dikembalikan, kedua pengambilan bersifat saling bebas. P(M) = 5/8, P(P) = 3/8. P(M ∩ P) = P(M) × P(P) = 5/8 × 3/8 = 15/64.

  16. Soal

    Dua kejadian dikatakan saling bebas (independent) jika ....

    Lihat pembahasan

    Dua kejadian dikatakan saling bebas jika terjadinya salah satu kejadian tidak memengaruhi peluang terjadinya kejadian yang lain, sehingga berlaku P(E1 ∩ E2) = P(E1) × P(E2).

  17. Soal

    Sebuah kotak berisi 4 bola hijau dan 6 bola oranye. Diambil 2 bola satu per satu tanpa pengembalian. Peluang terambil bola hijau pada pengambilan pertama dan bola hijau lagi pada pengambilan kedua adalah ....

    Lihat pembahasan

    Pengambilan pertama: P(H1) = 4/10 = 2/5. Karena tanpa pengembalian, sisa bola hijau menjadi 3 dari total 9 bola: P(H2 | H1) = 3/9 = 1/3. P(H1 ∩ H2) = P(H1) × P(H2 | H1) = 2/5 × 1/3 = 2/15.

  18. Soal

    Notasi P(E2 | E1) dibaca sebagai ....

    Lihat pembahasan

    P(E2 | E1) dibaca peluang kejadian E2 dengan syarat E1 telah terjadi, atau peluang bersyarat kejadian E2 setelah diketahui kejadian E1 terjadi terlebih dahulu.

  19. Soal

    Dalam sebuah kelas terdapat 30 siswa. 18 siswa gemar matematika, 15 siswa gemar fisika, dan 8 siswa gemar keduanya. Jika dipilih satu siswa secara acak, peluang siswa tersebut gemar matematika atau fisika adalah ....

    Lihat pembahasan

    Karena kedua kejadian memiliki irisan (8 siswa gemar keduanya), digunakan rumus: P(M ∪ F) = P(M) + P(F) − P(M ∩ F). n(M ∪ F) = 18 + 15 − 8 = 25. P(M ∪ F) = 25/30 = 5/6.

  20. Soal

    Dua buah dadu dilempar bersamaan sebanyak 72 kali. Frekuensi harapan munculnya jumlah mata dadu sama dengan 7 adalah ....

    Lihat pembahasan

    Kombinasi dua dadu dengan jumlah 7: (1,6), (2,5), (3,4), (4,3), (5,2), (6,1), sehingga ada 6 kombinasi dari total 6 × 6 = 36 kemungkinan. P(jumlah=7) = 6/36 = 1/6. Frekuensi harapan: F(E) = P(E) × n = 1/6 × 72 = 12 kali.

  21. Soal

    Sebuah kode akses kendaraan terdiri dari 1 huruf (dipilih dari A, B, C, D, E) diikuti 2 angka (dari 0–9, boleh berulang). Banyak kode akses yang dapat dibentuk adalah ....

    Lihat pembahasan

    Huruf dapat dipilih dengan 5 cara, angka pertama 10 cara, angka kedua 10 cara. Dengan aturan perkalian: 5 × 10 × 10 = 500.

  22. Soal

    Sebuah warung makan menyediakan paket nasi dengan pilihan 4 jenis nasi, 3 jenis lauk, dan 2 jenis minuman. Jika satu paket terdiri dari 1 nasi, 1 lauk, dan 1 minuman, banyak variasi paket yang dapat dibentuk adalah ....

    Lihat pembahasan

    Dengan aturan perkalian: 4 × 3 × 2 = 24.

  23. Soal

    Pada percobaan melempar sebuah dadu dan sekeping uang logam secara bersamaan, banyak anggota ruang sampelnya adalah ....

    Lihat pembahasan

    Ruang sampel dadu memiliki 6 anggota dan ruang sampel uang logam memiliki 2 anggota, sehingga: n(S) = 6 × 2 = 12.

  24. Soal

    Pada percobaan pelemparan sebuah dadu sisi-6 satu kali, kejadian A adalah munculnya mata dadu bilangan prima. Peluang kejadian A adalah ....

    Lihat pembahasan

    Bilangan prima pada mata dadu adalah {2, 3, 5}, sehingga n(A) = 3 dan n(S) = 6. P(A) = 3/6 = 1/2.

  25. Soal

    Sebuah kotak berisi 5 bola merah, 4 bola biru, dan 3 bola kuning. Jika diambil satu bola secara acak, peluang terambilnya bola yang BUKAN berwarna biru adalah ....

    Lihat pembahasan

    Total bola n(S) = 5+4+3 = 12, dengan P(biru) = 4/12 = 1/3. P(bukan biru) = 1 − 1/3 = 2/3.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →