Kata kunci: Aturan Penjumlahan, Aturan Perkalian, Ruang Sampel, Peluang, Peluang Majemuk, Kejadian Saling Lepas, Kejadian Saling Bebas, Frekuensi Relatif, Frekuensi Harapan.
Tujuan pembelajaran
- Mengidentifikasi dan menganalisis aturan pencacahan (termasuk aturan penjumlahan dan perkalian).
- Menyusun dan mengaplikasikan aturan penjumlahan dan perkalian untuk menghitung kemungkinan kejadian berdasarkan situasi yang relevan.
- Menggunakan aturan pencacahan untuk memecahkan masalah kontekstual dengan cara yang sistematis dan terstruktur.
- Menyelesaikan masalah terkait dengan aturan pencacahan (seperti aturan penjumlahan dan perkalian) untuk mencari solusi yang tepat.
- Mengidentifikasi jenis masalah yang sesuai dengan masing-masing aturan pencacahan dan menerapkan rumus yang sesuai.
- Menggunakan keterampilan menghitung jumlah kejadian atau kemungkinan dalam berbagai skenario praktis untuk mendapatkan hasil yang benar.
- Menentukan ruang sampel dari suatu kejadian, yang mencakup pemahaman mengenai semua kemungkinan hasil dalam eksperimen acak.
- Menganalisis dan menggambarkan semua hasil yang mungkin dalam percobaan acak untuk membentuk ruang sampel.
- Menggunakan ruang sampel untuk mempermudah pemahaman tentang peluang dan perhitungan terkait kejadian yang terjadi dalam eksperimen.
- Mendeskripsikan dan menghitung peluang kejadian majemuk (kejadian saling lepas dan saling bebas) serta cara menghitung peluangnya.
- Menjelaskan perbedaan antara kejadian saling lepas dan saling bebas serta mengidentifikasi situasi yang sesuai dengan keduanya.
- Menggunakan rumus yang tepat untuk menghitung peluang kejadian majemuk yang melibatkan dua atau lebih kejadian, baik yang saling lepas maupun yang saling bebas.
- Menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan peluang kejadian majemuk.
- Menerapkan aturan peluang untuk menghitung peluang kejadian majemuk dalam berbagai skenario eksperimen acak.
- Menggunakan konsep kejadian saling lepas dan saling bebas untuk menyelesaikan soal-soal yang melibatkan lebih dari satu kejadian dalam sebuah percobaan.
Isi bab ini
1. Aturan Perkalian dan Aturan PencacahanMatematika · Bab 7›2. Ruang SampelMatematika · Bab 7›3. Peluang Suatu KejadianMatematika · Bab 7›4. Frekuensi HarapanMatematika · Bab 7›5. Frekuensi MajemukMatematika · Bab 7›Rangkuman
- Aturan perkalian
- Apabila suatu peristiwa terdiri dari n tahap yang berurutan di mana peristiwa pertama dilakukan dengan $r_1$ cara berbeda dan masing-masing cara tersebut dilanjutkan dengan peristiwa kedua yang dilakukan dengan $r_2$ cara berbeda, dan seterusnya hingga peristiwa ke-n yang dapat dilakukan dengan $r_n$ cara berbeda, maka peristiwa tersebut dapat dilakukan secara bersama-sama dengan $r_1 \times r_2 \times \dots \times r_n$ cara yang berbeda.
- Aturan penjumlahan
- Apabila suatu peristiwa terdiri dari n tahap yang saling lepas (tidak bisa terjadi bersamaan), di mana peristiwa pertama dapat dilakukan dengan $r_1$ cara yang berbeda, peristiwa kedua dapat dilakukan dengan $r_2$ cara berbeda, dan seterusnya hingga peristiwa ke-n yang dapat dilakukan dengan $r_n$ cara berbeda, maka total peristiwa tersebut adalah $r_1 + r_2 + \dots + r_n$ cara yang berbeda.
- Pengertian peluang
- Apabila suatu percobaan menghasilkan n titik contoh yang masing-masing berpeluang sama dan kejadian A terjadi dengan tepat k cara, di mana k merupakan anggota dari titik contoh, maka:
- $$P(A) = \frac{k}{n} \quad \text{untuk } k \le n$$
- Kisaran nilai peluang
- Komplemen suatu kejadian
- Kejadian bukan A dari himpunan S dilambangkan dengan simbol $A'$ atau $A^C$ dan disebut komplemen dari A.
- $$P(A') = 1 - P(A)$$
- Frekuensi harapan
- Dalam sebuah percobaan, frekuensi harapan dihitung dengan mengalikan peluang suatu kejadian dengan jumlah pengulangan percobaan.
- $$F(E) = P(E) \times n$$
- Kejadian majemuk
- Kejadian saling lepas — Jika A dan B merupakan dua kejadian yang saling lepas, maka:
- $$P(A \cup B) = P(A) + P(B)$$
- Kejadian saling bebas — Jika $E_1$ dan $E_2$ adalah dua kejadian dengan syarat bahwa peluang bagi kejadian $E_1$ tidak mempengaruhi kejadian $E_2$, maka $E_1$ dan $E_2$ disebut sebagai kejadian-kejadian saling bebas dan berlaku rumus:
- $$P(E_1 \cap E_2) = P(E_1) \times P(E_2)$$
- Kejadian bersyarat
- $$P(E_1 \cap E_2) = P(E_1) \times P(E_2 \mid E_1)$$
- $P(E_2 \mid E_1)$ dibaca peluang kejadian $E_2$ dengan syarat $E_1$ telah terjadi atau peluang bersyarat kejadian $E_2$ setelah diketahui kejadian $E_1$.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp