-
Soal
Dinamika kelompok sosial mencerminkan perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial suatu kelompok. Faktor yang paling berpengaruh dari dalam kelompok itu sendiri adalah ….
Lihat pembahasan
Jawaban: b. Kohesi kelompok yang mengacu pada tingkat keterikatan emosional antaranggota kelompok. Pembahasan: Faktor internal seperti kohesi kelompok memengaruhi dinamika internal kelompok. Kohesi menciptakan rasa keterikatan antaranggota, sehingga meningkatkan kerja sama dan mengurangi konflik. Faktor lainnya, seperti lingkungan sosial dan intervensi pihak luar, termasuk dalam faktor eksternal.
-
Soal
Dinamika kelompok sosial mencerminkan perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial suatu kelompok. Faktor yang paling berpengaruh dari dalam kelompok itu sendiri adalah ….
Lihat pembahasan
Jawaban: b. Kohesi kelompok yang mengacu pada tingkat keterikatan emosional antaranggota kelompok. Pembahasan: Pilihan A: Lingkungan sosial yang memberikan tekanan untuk beradaptasi adalah faktor eksternal. Faktor ini memengaruhi kelompok dari luar, seperti perubahan nilai sosial di masyarakat, sehingga tidak termasuk dalam kategori faktor internal. Pilihan C: Pengaruh modernisasi yang mengubah tujuan kelompok dalam skala besar juga merupakan faktor eksternal. Modernisasi berasal dari luar kelompok dan memengaruhi pola hubungan atau tujuan kelompok sebagai dampak lingkungan sosial yang lebih luas. Pilihan D: Intervensi pihak luar yang memengaruhi pola hubungan dalam kelompok adalah faktor eksternal, seperti peran pemerintah atau lembaga lain dalam mengubah dinamika kelompok. Ini tidak berasal dari dalam kelompok itu sendiri. Pilihan E: Program pelatihan eksternal untuk meningkatkan kerja sama antaranggota jelas merupakan faktor eksternal. Pelatihan ini datang dari pihak luar kelompok dan bertujuan untuk memperbaiki dinamika kelompok. Jawaban B: Kohesi kelompok yang mengacu pada tingkat keterikatan emosional antaranggota kelompok adalah faktor internal utama yang memengaruhi dinamika kelompok. Tingkat kohesi menentukan seberapa baik anggota kelompok saling terhubung, bekerja sama, dan menghindari konflik. Kohesi yang kuat membantu kelompok mencapai tujuannya dengan lebih efektif.
-
Soal
Dinamika kelompok sosial mencerminkan perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial suatu kelompok. Faktor yang paling berpengaruh dari dalam kelompok itu sendiri adalah ….
Lihat pembahasan
Jawaban: b. Kohesi kelompok yang mengacu pada tingkat keterikatan emosional antaranggota kelompok. Pembahasan: Pilihan A: Lingkungan sosial yang memberikan tekanan untuk beradaptasi adalah faktor eksternal. Faktor ini memengaruhi kelompok dari luar, seperti perubahan nilai sosial di masyarakat, sehingga tidak termasuk dalam kategori faktor internal. Pilihan C: Pengaruh modernisasi yang mengubah tujuan kelompok dalam skala besar juga merupakan faktor eksternal. Modernisasi berasal dari luar kelompok dan memengaruhi pola hubungan atau tujuan kelompok sebagai dampak lingkungan sosial yang lebih luas. Pilihan D: Intervensi pihak luar yang memengaruhi pola hubungan dalam kelompok adalah faktor eksternal, seperti peran pemerintah atau lembaga lain dalam mengubah dinamika kelompok. Ini tidak berasal dari dalam kelompok itu sendiri. Pilihan E: Program pelatihan eksternal untuk meningkatkan kerja sama antaranggota jelas merupakan faktor eksternal. Pelatihan ini datang dari pihak luar kelompok dan bertujuan untuk memperbaiki dinamika kelompok.
-
Soal
Dinamika kelompok sosial mencerminkan perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial suatu kelompok. Faktor yang paling berpengaruh dari dalam kelompok itu sendiri adalah ….
Lihat pembahasan
Jawaban: b. Kohesi kelompok yang mengacu pada tingkat keterikatan emosional antaranggota kelompok. Pembahasan: Pilihan A: Lingkungan sosial yang memberikan tekanan untuk beradaptasi adalah faktor eksternal. Faktor ini memengaruhi kelompok dari luar, seperti perubahan nilai sosial di masyarakat, sehingga tidak termasuk dalam kategori faktor internal. Pilihan C: Pengaruh modernisasi yang mengubah tujuan kelompok dalam skala besar juga merupakan faktor eksternal. Modernisasi berasal dari luar kelompok dan memengaruhi pola hubungan atau tujuan kelompok sebagai dampak lingkungan sosial yang lebih luas. Pilihan D: Intervensi pihak luar yang memengaruhi pola hubungan dalam kelompok adalah faktor eksternal, seperti peran pemerintah atau lembaga lain dalam mengubah dinamika kelompok. Ini tidak berasal dari dalam kelompok itu sendiri. Pilihan E: Program pelatihan eksternal untuk meningkatkan kerja sama antaranggota jelas merupakan faktor eksternal. Pelatihan ini datang dari pihak luar kelompok dan bertujuan untuk memperbaiki dinamika kelompok.
-
Soal
Keberhasilan kelompok dalam menghadapi tantangan eksternal sering kali bergantung pada ….
Lihat pembahasan
Jawaban: a. Kemampuan kelompok untuk memperkuat kohesi dan membentuk struktur organisasi yang fleksibel. Pembahasan: Kohesi kelompok dan struktur organisasi fleksibel memungkinkan kelompok beradaptasi dengan tekanan eksternal. Kepemimpinan otokratis (b) dapat menjadi penghambat, sementara ketergantungan pada tradisi (c) cenderung membuat kelompok kurang responsif terhadap perubahan.
-
Soal
Keberhasilan kelompok dalam menghadapi tantangan eksternal sering kali bergantung pada ….
Lihat pembahasan
Jawaban: a. Kemampuan kelompok untuk memperkuat kohesi dan membentuk struktur organisasi yang fleksibel. Pembahasan: B: Kepemimpinan otokratis menghambat kreativitas dan partisipasi anggota, sehingga kelompok sulit beradaptasi dengan tantangan eksternal. C: Norma tradisional yang kaku membatasi fleksibilitas kelompok, membuat mereka kurang responsif terhadap perubahan. D: Homogenitas anggota mengurangi keberagaman perspektif dan inovasi, yang penting untuk menghadapi situasi dinamis. E: Tekanan eksternal hanya faktor pemicu, bukan solusi. Keberhasilan tergantung pada kemampuan kelompok untuk beradaptasi. Jawaban : A Kohesi meningkatkan solidaritas, sementara struktur fleksibel memungkinkan adaptasi yang cepat dan efektif, menjadikannya kunci keberhasilan kelompok.
-
Soal
Keberhasilan kelompok dalam menghadapi tantangan eksternal sering kali bergantung pada ….
Lihat pembahasan
Jawaban: a. Kemampuan kelompok untuk memperkuat kohesi dan membentuk struktur organisasi yang fleksibel. Pembahasan: B: Kepemimpinan otokratis menghambat kreativitas dan partisipasi anggota, sehingga kelompok sulit beradaptasi dengan tantangan eksternal. C: Norma tradisional yang kaku membatasi fleksibilitas kelompok, membuat mereka kurang responsif terhadap perubahan. D: Homogenitas anggota mengurangi keberagaman perspektif dan inovasi, yang penting untuk menghadapi situasi dinamis. E: Tekanan eksternal hanya faktor pemicu, bukan solusi. Keberhasilan tergantung pada kemampuan kelompok untuk beradaptasi.
-
Soal
Keberhasilan kelompok dalam menghadapi tantangan eksternal sering kali bergantung pada ….
Lihat pembahasan
Jawaban: a. Kemampuan kelompok untuk memperkuat kohesi dan membentuk struktur organisasi yang fleksibel. Pembahasan: B: Kepemimpinan otokratis menghambat kreativitas dan partisipasi anggota, sehingga kelompok sulit beradaptasi dengan tantangan eksternal. C: Norma tradisional yang kaku membatasi fleksibilitas kelompok, membuat mereka kurang responsif terhadap perubahan. D: Homogenitas anggota mengurangi keberagaman perspektif dan inovasi, yang penting untuk menghadapi situasi dinamis. E: Tekanan eksternal hanya faktor pemicu, bukan solusi. Keberhasilan tergantung pada kemampuan kelompok untuk beradaptasi.
-
Soal
Menurut Soerjono Soekanto, dinamika kelompok sosial dapat tercipta karena pengaruh eksternal. Contoh pengaruh eksternal yang paling relevan adalah ….
Lihat pembahasan
Jawaban: b. Pengaruh nilai dan norma masyarakat sekitar terhadap pola hubungan kelompok. Pembahasan: Faktor eksternal mencakup pengaruh lingkungan sosial, seperti nilai dan norma masyarakat sekitar, yang dapat mengubah dinamika kelompok. Faktor seperti kepemimpinan (a) dan kohesi internal (c) termasuk faktor internal.
-
Soal
Menurut Soerjono Soekanto, dinamika kelompok sosial dapat tercipta karena pengaruh eksternal. Contoh pengaruh eksternal yang paling relevan adalah ….
Lihat pembahasan
Jawaban: b. Pengaruh nilai dan norma masyarakat sekitar terhadap pola hubungan kelompok. Pembahasan: Pilihan A: Kepemimpinan yang mampu mengarahkan kelompok mencapai tujuan bersama adalah faktor internal karena berasal dari dalam kelompok. Kepemimpinan memengaruhi dinamika internal, bukan dinamika yang dipengaruhi oleh lingkungan luar. Pilihan C: Kohesi internal kelompok yang memperkuat solidaritas antaranggota juga merupakan faktor internal. Kohesi mencerminkan tingkat keterikatan emosional antaranggota kelompok dan berasal dari hubungan di dalam kelompok. Pilihan D: Pembagian tugas dan peran yang jelas dalam kelompok adalah elemen internal yang mendukung keteraturan dan efisiensi. Hal ini tidak berasal dari pengaruh luar, sehingga bukan bagian dari faktor eksternal. Pilihan E: Kepribadian unik dari masing-masing anggota kelompok yang saling melengkapi adalah karakteristik individu dalam kelompok, yang merupakan faktor internal. Faktor eksternal berkaitan dengan pengaruh dari luar kelompok, bukan kepribadian anggota. Jawaban B: Pengaruh nilai dan norma masyarakat sekitar terhadap pola hubungan kelompok adalah contoh pengaruh eksternal yang paling relevan. Nilai dan norma dari lingkungan sosial dapat memengaruhi pola hubungan, tujuan, dan dinamika kelompok, terutama ketika kelompok harus menyesuaikan diri dengan konteks masyarakat yang lebih luas.
-
Soal
Menurut Soerjono Soekanto, dinamika kelompok sosial dapat tercipta karena pengaruh eksternal. Contoh pengaruh eksternal yang paling relevan adalah ….
Lihat pembahasan
Jawaban: b. Kohesi kelompok yang tinggi, sehingga mengurangi potensi konflik internal. Pembahasan: A: Hubungan formal dan berbasis aturan hukum adalah ciri kelompok sekunder, bukan kelompok primer yang berfokus pada hubungan personal. B: Norma yang ditentukan oleh institusi lebih relevan untuk kelompok formal, seperti organisasi kerja, bukan kelompok primer. D: Keanggotaan yang fleksibel tanpa keterikatan emosional adalah karakteristik kelompok informal atau sekunder, bukan primer. E: Fokus pada tujuan pragmatis mencerminkan kelompok sekunder, seperti proyek kerja, bukan kelompok primer yang berbasis hubungan emosional.
-
Soal
Menurut Soerjono Soekanto, dinamika kelompok sosial dapat tercipta karena pengaruh eksternal. Contoh pengaruh eksternal yang paling relevan adalah ….
Lihat pembahasan
Jawaban: b. Kohesi kelompok yang tinggi, sehingga mengurangi potensi konflik internal. Pembahasan: A: Hubungan formal dan berbasis aturan hukum adalah ciri kelompok sekunder, bukan kelompok primer yang berfokus pada hubungan personal. B: Norma yang ditentukan oleh institusi lebih relevan untuk kelompok formal, seperti organisasi kerja, bukan kelompok primer. D: Keanggotaan yang fleksibel tanpa keterikatan emosional adalah karakteristik kelompok informal atau sekunder, bukan primer. E: Fokus pada tujuan pragmatis mencerminkan kelompok sekunder, seperti proyek kerja, bukan kelompok primer yang berbasis hubungan emosional.
-
Soal
Menurut Soerjono Soekanto, dinamika kelompok sosial dapat tercipta karena pengaruh eksternal. Contoh pengaruh eksternal yang paling relevan adalah ….
Lihat pembahasan
Jawaban: b. Kohesi kelompok yang tinggi, sehingga mengurangi potensi konflik internal. Pembahasan: Menurut Soerjono Soekanto, dinamika kelompok sosial dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal, salah satunya adalah nilai dan norma masyarakat. Nilai dan norma ini berfungsi sebagai pedoman yang mengatur pola hubungan antarmanusia dalam sebuah kelompok. Ketika nilai dan norma masyarakat berubah, pola hubungan dalam kelompok juga cenderung berubah untuk menyesuaikan dengan lingkungan eksternal tersebut. Sebagai contoh, masyarakat yang mulai mengadopsi teknologi modern dapat memengaruhi kelompok sosial tradisional untuk mulai menggunakan teknologi dalam interaksi atau aktivitas mereka. Faktor ini sangat relevan karena kelompok sosial tidak terisolasi dari masyarakat sekitar dan secara alami akan dipengaruhi oleh kondisi sosial yang lebih luas.
-
Soal
Seorang pemimpin yang berfokus pada hubungan interpersonal dan menjaga keharmonisan kelompok disebut ….
Lihat pembahasan
Jawaban: b. Pemimpin ekspresif yang berorientasi pada kesejahteraan emosional anggota kelompok. Pembahasan: Pemimpin ekspresif menjaga hubungan interpersonal dengan menciptakan suasana yang kondusif dan mengurangi konflik dalam kelompok. Pemimpin instrumental (c) lebih berorientasi pada hasil.
-
Soal
Seorang pemimpin yang berfokus pada hubungan interpersonal dan menjaga keharmonisan kelompok disebut ….
Lihat pembahasan
Jawaban: b. Pemimpin ekspresif yang berorientasi pada kesejahteraan emosional anggota kelompok. Pembahasan: A: Pemimpin transaksional berfokus pada pertukaran, seperti penghargaan atas pencapaian, bukan hubungan interpersonal atau kesejahteraan emosional. C: Pemimpin instrumental berorientasi pada efisiensi dan produktivitas, bukan keharmonisan atau hubungan emosional. D: Pemimpin otokratis berfokus pada kendali penuh dan otoritas, cenderung mengabaikan hubungan interpersonal yang harmonis. E: Pemimpin situasional mengadaptasi gaya berdasarkan kebutuhan kelompok, tetapi tidak spesifik berfokus pada kesejahteraan emosional. Jawaban : B Pemimpin ekspresif cocok dengan deskripsi, karena fokus utamanya adalah menjaga hubungan interpersonal dan keharmonisan kelompok.
-
Soal
Seorang pemimpin yang berfokus pada hubungan interpersonal dan menjaga keharmonisan kelompok disebut ….
Lihat pembahasan
Jawaban: b. Pemimpin ekspresif yang berorientasi pada kesejahteraan emosional anggota kelompok. Pembahasan: A: Pemimpin transaksional berfokus pada pertukaran, seperti penghargaan atas pencapaian, bukan hubungan interpersonal atau kesejahteraan emosional. C: Pemimpin instrumental berorientasi pada efisiensi dan produktivitas, bukan keharmonisan atau hubungan emosional. D: Pemimpin otokratis berfokus pada kendali penuh dan otoritas, cenderung mengabaikan hubungan interpersonal yang harmonis. E: Pemimpin situasional mengadap tasi gaya berdasarkan kebutuhan kelompok, tetapi tidak spesifik berfokus pada kesejahteraan emosional.
-
Soal
Seorang pemimpin yang berfokus pada hubungan interpersonal dan menjaga keharmonisan kelompok disebut ….
Lihat pembahasan
Jawaban: b. Pemimpin ekspresif yang berorientasi pada kesejahteraan emosional anggota kelompok. Pembahasan: A: Pemimpin transaksional berfokus pada pertukaran, seperti penghargaan atas pencapaian, bukan hubungan interpersonal atau kesejahteraan emosional. C: Pemimpin instrumental berorientasi pada efisiensi dan produktivitas, bukan keharmonisan atau hubungan emosional. D: Pemimpin otokratis berfokus pada kendali penuh dan otoritas, cenderung mengabaikan hubungan interpersonal yang harmonis. E: Pemimpin situasional mengadap tasi gaya berdasarkan kebutuhan kelompok, tetapi tidak spesifik berfokus pada kesejahteraan emosional.
-
Soal
Konformitas normatif dalam kelompok sosial biasanya terjadi karena ….
Lihat pembahasan
Jawaban: a. Keinginan untuk diakui sebagai bagian dari kelompok meskipun tidak setuju dengan norma yang berlaku. Pembahasan: Konformitas normatif terjadi karena individu ingin diterima dalam kelompok, bahkan jika mereka sebenarnya tidak sepakat dengan norma kelompok. Berbeda dengan konformitas informasional, yang didasarkan pada keyakinan akan kebenaran norma kelompok
-
Soal
Konformitas normatif dalam kelompok sosial biasanya terjadi karena ….
Lihat pembahasan
Jawaban: a. Keinginan untuk diakui sebagai bagian dari kelompok meskipun tidak setuju dengan norma yang berlaku. Pembahasan: Konformitas normatif terjadi karena individu ingin diterima dalam kelompok, bahkan jika mereka sebenarnya tidak sepakat dengan norma kelompok. Berbeda dengan konformitas informasional, yang didasarkan pada keyakinan akan kebenaran norma kelompok. B: Keyakinan bahwa kelompok memiliki informasi lebih baik adalah ciri konformitas informasional, bukan normatif. C: Pengaruh tekanan eksternal adalah faktor luar, sedangkan konformitas normatif muncul dari keinginan internal individu untuk diterima. D: Ancaman hukuman formal lebih relevan dengan penegakan aturan, bukan konformitas normatif yang didasari kebutuhan sosial. E: Dorongan dari pemimpin kelompok mengarah pada pengaruh otoritatif, bukan dorongan internal individu untuk diterima. Jawaban :A Keinginan untuk diakui meskipun tidak setuju dengan norma kelompok adalah inti konformitas normatif, karena individu ingin diterima dan menghindari penolakan sosial.
-
Soal
Konformitas normatif dalam kelompok sosial biasanya terjadi karena ….
Lihat pembahasan
Jawaban: a. Keinginan untuk diakui sebagai bagian dari kelompok meskipun tidak setuju dengan norma yang berlaku. Pembahasan: Konformitas normatif terjadi karena individu ingin diterima dalam kelompok, bahkan jika mereka sebenarnya tidak sepakat dengan norma kelompok. Berbeda dengan konformitas informasional, yang didasarkan pada keyakinan akan kebenaran norma kelompok. B: Keyakinan bahwa kelompok memiliki informasi lebih baik adalah ciri konformitas informasional, bukan normatif. C: Pengaruh tekanan eksternal adalah faktor luar, sedangkan konformitas normatif muncul dari keinginan internal individu untuk diterima. D: Ancaman hukuman formal lebih relevan dengan penegakan aturan, bukan konformitas normatif yang didasari kebutuhan sosial. E: Dorongan dari pemimpin kelompok mengarah pada pengaruh otoritatif, bukan dorongan internal individu untuk diterima.
-
Soal
Konformitas normatif dalam kelompok sosial biasanya terjadi karena ….
Lihat pembahasan
Jawaban: a. Keinginan untuk diakui sebagai bagian dari kelompok meskipun tidak setuju dengan norma yang berlaku. Pembahasan: Konformitas normatif terjadi karena individu ingin diterima dalam kelompok, bahkan jika mereka sebenarnya tidak sepakat dengan norma kelompok. Berbeda dengan konformitas informasional, yang didasarkan pada keyakinan akan kebenaran norma kelompok. B: Keyakinan bahwa kelompok memiliki informasi lebih baik adalah ciri konformitas informasional, bukan normatif. C: Pengaruh tekanan eksternal adalah faktor luar, sedangkan konformitas normatif muncul dari keinginan internal individu untuk diterima. D: Ancaman hukuman formal lebih relevan dengan penegakan aturan, bukan konformitas normatif yang didasari kebutuhan sosial. E: Dorongan dari pemimpin kelompok mengarah pada pengaruh otoritatif, bukan dorongan internal individu untuk diterima.
-
Soal
Dalam dinamika kelompok sosial, intervensi pihak ketiga dapat membawa dampak positif berupa ….
Lihat pembahasan
Jawaban: b. Meningkatkan kompetensi anggota kelompok melalui pelatihan atau program pemberdayaan. Pembahasan: Intervensi pihak ketiga, seperti pelatihan dari pemerintah atau lembaga swadaya masyarakat, dapat meningkatkan kompetensi dan efektivitas kelompok. Dampak negatif, seperti menekan konflik (a), jarang menjadi hasil utama intervensi.
-
Soal
Dalam dinamika kelompok sosial, intervensi pihak ketiga dapat membawa dampak positif berupa ….
Lihat pembahasan
Jawaban: b. Meningkatkan kompetensi anggota kelompok melalui pelatihan atau program pemberdayaan. Pembahasan: A: Pemaksaan aturan tanpa diskusi cenderung memperburuk konflik, bukan menyelesaikannya, sehingga berdampak negatif pada dinamika kelompok. C: Menggantikan peran pemimpin kelompok dapat merusak struktur internal dan menimbulkan resistensi, bukan mendukung kelompok. D: Memunculkan perbedaan pendapat dapat mengurangi kohesi kelompok, yang penting untuk stabilitas dan kerja sama. E: Membatasi fleksibilitas membuat kelompok sulit beradaptasi, menghambat perkembangan dalam situasi yang berubah. Jawaban : B Pelatihan atau program pemberdayaan oleh pihak ketiga meningkatkan kompetensi anggota, mendukung kerja sama, dan memperkuat dinamika positif dalam kelompok.
-
Soal
Dalam dinamika kelompok sosial, intervensi pihak ketiga dapat membawa dampak positif berupa ….
Lihat pembahasan
Pembahasan: A: Pemaksaan aturan tanpa diskusi cenderung memperburuk konflik, bukan menyelesaikandalanya, sehingga berdampak negatif pada dinamika kelompok. C: Menggantikan peran pemimpin kelompok dapat merusak struktur internal dan menimbulkan resistensi, bukan mendukung kelompok. D: Memunculkan perbedaan pendapat dapat mengurangi kohesi kelompok, yang penting untuk stabilitas dan kerja sama. E: Membatasi fleksibilitas membuat kelompok sulit beradaptasi, menghambat perkembangan dalam situasi yang berubah.
-
Soal
Dalam dinamika kelompok sosial, intervensi pihak ketiga dapat membawa dampak positif berupa ….
Lihat pembahasan
Jawaban: b. Meningkatkan kompetensi anggota kelompok melalui pelatihan atau program pemberdayaan. Pembahasan: 1. Pilihan a (Menekan konflik internal melalui pemaksaan aturan yang ketat tanpa diskusi): Pemaksaan aturan tanpa diskusi cenderung memperburuk konflik dan mengurangi rasa keterlibatan anggota kelompok, sehingga dampaknya lebih negatif. 2. Pilihan c (Menggantikan peran pemimpin kelompok dengan struktur organisasi eksternal): Menggantikan peran pemimpin internal sering kali mengurangi kepercayaan dan integritas kelompok, sehingga tidak mendukung dinamika positif. 3. Pilihan d (Mengurangi kohesi kelompok dengan memunculkan perbedaan pendapat antaranggota): Mengurangi kohesi justru melemahkan hubungan antaranggota dan meningkatkan potensi konflik. 4. Pilihan e (Membatasi fleksibilitas kelompok untuk beradaptasi dengan situasi baru): Membatasi fleksibilitas akan membuat kelompok sulit menyesuaikan diri dengan perubahan atau tantangan eksternal, yang bertentangan dengan dinamika positif. Intervensi pihak ketiga yang berupa pelatihan atau pemberdayaan membantu meningkatkan kompetensi dan produktivitas kelompok, sehingga memberikan dampak positif bagi dinamika kelompok.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp