Fitri Learning

BelajarMatematika SMA Kelas 10Bab 6

Ukuran Letak Data

Matematika SMA Kelas 10 · Bab 6: Statistika

Kuartil Data Tunggal

Setelah satu set data statistik diurutkan, maka median atau nilai tengah dapat diketahui. Median membagi data menjadi dua bagian yang sama, di mana 50% dari data memiliki nilai sama atau kurang dari median, sedangkan 50% lainnya memiliki nilai sama atau lebih dari median. Simbol median adalah $Q_2$ (Me atau $\bar{x}$).

Nilai tengah dari 50% data $\le$ median dinamakan kuartil bawah dengan simbol $Q_1$, dan nilai tengah dari 50% data $\ge$ median dinamakan kuartil atas dengan simbol $Q_3$. Kuartil membagi data menjadi empat bagian yang sama besar.

Kuartil Data Berkelompok

Dalam data berkelompok, terlebih dahulu membuat distribusi kumulatif kurang dari. Setelah dikelompokkan, maka dapat diketahui nilai-nilai yang dimaksud. Rumus untuk menghitung kuartil dalam data berkelompok adalah sebagai berikut.

$$Q_1 = L_1 + c\left(\frac{\tfrac{1}{4}n - F_1}{f_1}\right)$$

  • $L_1$ = tepi bawah kelas kuartil bawah $Q_1$
  • $n$ = ukuran data (jumlah frekuensi)
  • $f_1$ = frekuensi pada interval kelas kuartil bawah $Q_1$
  • $F_1$ = frekuensi kumulatif sebelum kelas kuartil bawah $Q_1$
  • $c$ = panjang kelas

$$Q_2 = L_2 + c\left(\frac{\tfrac{1}{2}n - F_2}{f_2}\right)$$

  • $L_2$ = tepi bawah kelas kuartil tengah $Q_2$
  • $n$ = ukuran data (jumlah frekuensi)
  • $f_2$ = frekuensi pada interval kelas kuartil tengah $Q_2$
  • $F_2$ = frekuensi kumulatif sebelum kelas kuartil tengah $Q_2$
  • $c$ = panjang kelas

$$Q_3 = L_3 + c\left(\frac{\tfrac{3}{4}n - F_3}{f_3}\right)$$

  • $L_3$ = tepi bawah kelas kuartil atas $Q_3$
  • $n$ = ukuran data (jumlah frekuensi)
  • $f_3$ = frekuensi pada interval kelas kuartil atas $Q_3$
  • $F_3$ = frekuensi kumulatif sebelum kelas kuartil atas $Q_3$
  • $c$ = panjang kelas

Desil

Desil membagi data menjadi 10 bagian yang sama.

  • Desil pertama ($D_1$) membagi kumpulan data menjadi $\tfrac{1}{10}$ data letaknya kurang dari $D_1$ dan $\tfrac{9}{10}$ data letaknya lebih dari $D_1$.
  • Desil kedua ($D_2$) membagi kumpulan data menjadi $\tfrac{2}{10}$ data letaknya kurang dari $D_2$ dan $\tfrac{8}{10}$ data letaknya lebih dari $D_2$.
  • Desil sembilan ($D_9$) membagi kumpulan data menjadi $\tfrac{9}{10}$ data letaknya kurang dari $D_9$ dan $\tfrac{1}{10}$ data letaknya lebih dari $D_9$.

Desil Data Tunggal

Desil data tunggal dapat dihitung dengan rumus:

$$\text{Letak } D_i = \text{Data ke-} \frac{i(n+1)}{10}$$

  • $D_i$ = desil ke-i
  • $n$ = ukuran data

Desil Data Berkelompok

Desil data berkelompok dapat dihitung dengan rumus:

$$D_i = L_i + c\left(\frac{\tfrac{i}{10}n - F_i}{f_i}\right)$$

Keterangan:

  • $D_i$ = desil ke-i, dengan $i = 1, 2, \dots, 9$
  • $L_i$ = tepi bawah kelas desil ke-i
  • $n$ = ukuran data (jumlah frekuensi)
  • $c$ = interval kelas atau panjang kelas
  • $f_i$ = frekuensi pada interval kelas desil ke-i
  • $F_i$ = frekuensi kumulatif sebelum interval kelas desil ke-i

Persentil

Persentil merupakan suatu nilai yang membagi data menjadi 100 bagian yang sama. Persentil terdiri dari persentil pertama, persentil ke-2, persentil ke-3, …, persentil ke-99.

Persentil Data Tunggal

Nilai persentil untuk data tunggal dapat dicari dengan rumus:

$$\text{Letak } P_i = \text{Data ke-} \frac{i(n+1)}{100}$$

  • $P_i$ = persentil ke-i
  • $n$ = ukuran data

Persentil Data Berkelompok

Nilai persentil untuk data berkelompok dapat dicari dengan rumus:

$$P_i = L_i + c\left(\frac{\tfrac{i}{100}n - F_i}{f_i}\right)$$

Keterangan:

  • $P_i$ = persentil ke-i, dengan $i = 1, 2, \dots, 99$
  • $L_i$ = tepi bawah kelas persentil ke-i
  • $n$ = ukuran data (jumlah frekuensi)
  • $c$ = interval kelas atau panjang kelas ke-i
  • $f_i$ = frekuensi pada interval kelas persentil ke-i
  • $F_i$ = frekuensi kumulatif sebelum interval kelas persentil ke-i
Nightingale: Medis dan Statistik di Medan Perang
  • Florence Nightingale (1820–1910) adalah seorang perawat asal Inggris yang dikenal sebagai pelopor keperawatan modern. Selain itu, ia juga seorang ahli statistik yang memperkenalkan diagram mawar (polar area diagram). Diagram ini membantu menunjukkan secara jelas bahwa sebagian besar kematian disebabkan oleh penyakit menular akibat buruknya sanitasi, bukan karena luka perang. Berkat data yang ia kumpulkan dan sajikan secara jelas, Nightingale berhasil meyakinkan pemerintah Inggris untuk mereformasi sistem kesehatan militer. Pendekatannya yang berbasis bukti menjadi tonggak awal penggunaan statistik dalam pengambilan keputusan di bidang kesehatan.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →